Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tanaman Jalatakng. Foto: Selo/Wandi

Teman-teman Pecinta Hutan atau teman- teman KPA mungkin pernah melihat atau menjumpai tanaman jenis jalatakng ini di hutan. Khususnya di hutan Kalimantan Barat, tepatnya di Toho. Tanaman ini mungkin sering ditemui bahkan ada yang pernah merasakan rasa gatal ketika menyentuh tanaman Jalatakng ini.


Laporan Alpinus Selo & Wandi


Tanaman ini memiliki keunikan dan berbeda dengan tanaman - tanaman yang lainnya. Yang membuat tanaman ini berbeda dengan tanaman - tanaman yang lainnya adalah tanaman ini dapat membuat gatal jika bersentuhan langsung dengan kulit.


Yang membuat kulit gatal jika bersentuhan dengan tanaman ini. Karena tanaman ini memiliki bulu - bulu kecil. Yang ketika bulu ini bersentuhan dengan kulit akan dapat menyebabkan rasa gatal pada kulit. 


Baca juga: Kampungku Bernama Benuang


Jalatakng ini sendiri berasal dari bahasa Dayak yaitu Dayak ba Ahe. Karna belum di ketahui nama tanaman ini secara nasional. Masyarakat setempat sendiri menyebut tanaman ini sebagai tanaman Jalatakng.


Ada beberapa jenis tanaman ini. Ada jenis Jalatakng Ari dan ada juga jenis Jalatakng Bulatn. Pada dasarnya kedua jenis ini dapat menyebabkan gatal jika bersentuhan langsung dengan kulit.


Namun, kedua jenis tanaman ini memiliki perbedaan dari segi gatal yang di rasakan saat mengenai kulit dan memiliki bentuk berbeda dari keduanya seperti daun, batang dan tempatnya tumbuh. 


Jalatakng Ari ini memiliki perbedaan dari segi gatal yg di rasakan saat mengenai kulit. saat terkena Jalatakng Ari, rasa gatal yang di rasakan tidak terlalu lama, tiga atau empat jam rasa gatal ini bisa hilang dengan sendirinya.


Ada pun ciri - ciri dari Jalatakng Ari adalah daunnya kecil dan tanaman ini tumbuhnya merambat, karena seperti akar, dan Mudah di jumpai di daerah dataran rendah. 


Baca juga: Pertama Kali Muncak di Pejamet


Berbeda dengan tanaman Jalatakng Bulatn. Jalatakng Bulatn ini jika mengenai kulit rasa gatal yg di rasakan bisa lama, bahkan sampai dua atau tiga hari masih terasa jika terkena goresan bekas terkena Jalatakng Bulatn ini. 


Ada pun ciri - ciri dari Jalatakng Bulatn adalah memiliki daun lebar, tanaman ini memiliki batang dan dapat tumbuh melebihi ketinggian tubuh manusia. Tanaman jenis Jalatakng Bulatn ini dapat di jumpai di Udas atau hutan lebat.


Banyak tanaman yg dapat kita jumpai di hutan, tetapi mungkin kita tidak tau apa fungsi dan apa efek yg akan di timbulkan ketika kita mengambil, memetik atau pun bersentuhan  langsung dengan tanaman - tanaman yg ada di  hutan.


So...ada baiknya kita kenali dulu ya... (*)

Mengenali tanaman hutan di Toho. Foto: Selo/Wandi


 
Oleh:Egi Saputra 

Sungai Pak Laheng terletak di Desa Pak Laheng di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah. Orang-orang sering berkunjung ke sungai itu. 

Ada yang memancing ikan, ada juga yang mandi di sana. Suatu sore, saya dan teman-teman saya ingin juga ke sana. 

Jarak antara rumah saya dengan Sungai Pak Laheng sangat dekat. Letaknya di depan rumah kami. Kira-kira hanya 20 langkah. 

Kami mengunjungi Balai Benih Ikan (BBI) yang ada di pinggir Sungai Pak Laheng. Saat tiba di sana, terdengar gemuruh air yang mengalir di bebatuan sungai itu. 

Lalu kami berjalan di sepanjang sungai untuk mencari spot foto. Kami senang melakukan swa-foto ramai-ramai. Dan kami pun menemukan spot fotonya dan berfoto bersama-sama.
 
Setelah berpoto kami pun bersantai-santai terlebih dahulu untuk menikmati udara segar Sungai Pak Laheng. Ketika hari mulai malam, kami bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing. (*) 


Suasana yang masih hening, asap kenalpot yang tak terlalu pekat, dengan orang-orang yang ramah. Hamparan lahan pertanian dapat dilihat disetiap sudutnya dihiasi dedaunan hijau yang melambai. Terbagi menjadi tiga bagian yaitu Daya, Hilir, dan Sungetuba.

Itulah kampungku. Namanya Benuang. Letaknya di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah. 

Di bagian daya terdapat dua riam yang bernama Riam Jungsen dan Riam Pingatn'. Jarak antara Riam Jungsen dan Riam Pingatn' tersebut tidak terlalu berjauhan. Tetapi yang lebih sering dikunjungi yaitu Riam Jungsen. Karena jarak dari jalan raya menuju Riam Jungsen tidak terlalu jauh. 

Dan kondisi jalannya pun lebih bagus dan mudah ditempuh. Terdapat pohon-pohon yang rindang dengan diiringi kicauan burung. Sepanjang jalan menuju Riam kami disuguhkan dengan beragam macam sayuran kampung paku' (pakis hutan), daungk' mangala (daun ubi), rabukng (rebung).

Sesampainya di riam, semua lelah serasa terbayar. Karena dengan udara yang sejuk dan permandangan yang begitu menakjubkan dan menenangkan hati. Dengan diiringi gemuruh air terjun seolah berirama.

Tidak kalah menariknya bagian Hilir pun terdapat permandangan yang indah, karena sepanjang jalan terdapat hamparan sawah yang ditumbuhi  padi-padi yang segar melambai-lambai tertiup angin. 

Di sana terdapat tempat yang bernama Putlong. Tepat nya di hutan Pak Lato'. Putlong ini sejenis kolam pada jaman dahulu yang sangat dalam, dalamnya diibaratkan dengan satu poho durian yang sudah hidup bertahun-tahun.

Sedangkan di bagian Sungetuba ada gunung tinggi yang indah dengan pohon-pohon yang tinggi. Sayangnya sekarang sudah tidak terlalu bagus lagi karena terkena longsor tahun lalu.Yang menyebabkan pohon-pohon banyak bertumbangan sehingga banyak gunung yang gundul.

Yok berkunjung ke kampung ku...

Oleh: Andriani Mufata, Monika Seselia

Oleh: Frezzy Erlangga


Saya mengikuti ujian renang saat kegiatan pramuka. Ujian ini berlangsung dalam minggu kedua bulan Januari 2022. 

Saya bersama teman-teman melakukan ujian untuk pengambilan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) berenang. Lokasi pelaksanaannya di Gua Maria Anjungan. 

Tiba di sana, segera terdengar suara ceburan orang terjun ke kolam renang. Dan canda tawa orang-orang yang sedang berenang. 

Di tempat itu terdapat tiga kolam renang yang di sediakan untuk anak-anak, remaja, dan orang dewasa.

Setelah melakukan kegiatan uji TKK berenang kami pun langsung berkunjung ke bagian atas. Bagian itu merupakan kawasan Rumah Retret Yohanes Paulus II.  

Kami ke sana untuk melakukan foto bersama. Di kawasan rumah retret tersebut banyak tempat spot foto yang estetic. 

Sehingga sangat bagus untuk berfoto. Juga bisa sekaligus menikmati sunset saat hari menjelang sore.

Dan setelah berfoto kami bersantai sejenak sambil memandangi pemandangan. Ketika waktu menunjukkan hampir jam lima sore, kami pun segera pulang bersama sama.

  Oleh: Pedro Gabriello        
           
                                                   
                                             
Saya bersama teman-teman berencana pergi ke Riam merasap di Sanggau Ledo pada saat acara 17-an.

   

Setelah berdiskusi kami sepakat akan berangkat pada tanggal 17 Agustus 2020 pagi.



Kami pun berangkat ke tempat tujuan kurang lebih pukul 10:00 WIB.Kami berangkat menggunakan kendaraan sepeda motor sebanyak enam orang. Kondisi jalanan yng kmai lewati agak sedikit rusak. Namun, hal tersebut tidak membuat kami patah semangat. 


Tidak terasa, setelah kurang lebih 6 jam menempuh perjalanan, tepatnya pukul 16.00 WIB kami tiba ditempat tujuan yaitu Desa Sahan.


Gemercik suara air riam mulai terdengar. Hal ini menambah gairah kami untuk segera turun langsung ke riam tersebut. 


Sambil membawa alat camping kami pun langsung menuju riam, suasana riam yang sangat sejuk dan air yang deras membuat kami semakin bergairah.


Penat yang tadinya kami rasakan saat di perjalanan terbayar karena keindahan air riam dan alam yang masih sangat asli.


Sensasi alam yang luar biasa menciptakan ketenangan.


Karena hari mulai sore kami bergegas untuk mendirikan tenda, setelah tenda berhasil berdiri. Kami pun langsung pergi mendekat ke riam untuk melakukan foto bersama.


Oleh: Supardiono Oktavianus


Pada saat itu saya pertama kali memulai pendakian gunung di daerah Bengkayang ya itu bukit pejamet yang bermula dari 3 orang teman saya ya itu bisa di sebut, Juan.rado.alex


 yang bermula pada saat itu saya di ajak teman saya untuk muncak bareng.dan pada saat itu saya sangat pertama kali memulai pendakian bersama teman-teman bermula dengan saya mempersiapkan alat-alat dan perlengkapan bersama teman-teman.
 
dan pada saat itu saya meminta saran/pendapat apa" saja yang harus saya persiapkan dalam perlengkapan alat muncak 

Setelah perlengkapan sudah kami siapkan kami pun siap menunggu hari H pada saat kami pergi. Dan hari H pun telah tiba pada Pukul:7 pagi kami bersiap" untuk berangkat di tempat tujuan kami di kota Bengkayang sekitar 2 jam dalam perjalanan kami pun sampai di kota Bengkayang


 kami pun singah di Alfamart untuk membeli perlengkapan kami yang kurang sambilan kami beristirahat. Dan setelah kami pun selesai mempersiapkan barang-barang. kami pun bergegas pergi di tempat tujuan ya itu tempat legistrasi untuk daftar dalam pendakian tersebut

Kami pun bersiap" untuk mengambil sikap berdoa setelah itu kami pun saling menyemangatkan satu sama lain pendakian bukit pejamet pun di mulai pada Pukul:1 siang kami pun berjalan setiap pos ke pos

 sambil menikmati Allam di sekitar dan bercerita" ketika kami lelah kami beristirahat bersama sambil memakan logistik yang kami beli td dan pada saat itu kami melanjutkan perjalanan kami sampai ke puncak itu pada pukul: 2 lewat sore.
 
pada saat di puncak kami pun bersiap" menyiapkan tenda dan perlengkapan masak kami.

dan pada saat itu saya pun mengagumi bahwa mendaki itu menyenangkan yang bisa membuat mood kita itu terasa fress kembali melihat hijaunya Allam sekitan dan sejuknya embun-embun yang kita rasakan.


Di sini kami akan menceritakan tentang Romo' Jaopo. Romo' ini dikenal dalam Bahasa Dayak. Sedangkan dalam bahasa umum atau bahasa Indonesia di sebut aliran sungai yang menyerupai riam. 


Namun debit air yang mengalir lebih sedikit dari pada riam. Sedangkan Jaopo berasal dari nama seseorang.


Romo' Jaopo yang akan kami ceritakan ini berada di hutan yang biasa orang kampung menyebutnya Jaopo. Disini kami akan menceritakan secara singkat asal usul Jaopo tersebut. 


Jaopo berasal dari nama seseorang yang pada zaman dahulu bekerja sebagai pencari kayu. Jenis kayu yang dicari yaitu kayu belian. Selain itu orang ini juga mempunyai kehobian berburu. 


Suatu hari ketika dia sedang beristirahat sepulang bekerja, melihat seekor burung. Jenis burungnya, burung elang yang sedang terbang di angkasa. 


Lalu dia mengambil senapang lantak. Kemudian mengarahkan senapang itu ke arah burung elang yang sedang terbang. Tembakannya mengenai sasaran. 


Pada saat itulah ada seseorang yang melihat kejadian itu. Orang tadi langsung memberi gelar kepadanya sebagai penembak jitu. Dan menetapkan nama tempat dia beristirahat sehabis kerja itu dengan sebutan Jaopo. 


Sampai saat ini nama Jaopo masih digunakan oleh masyarakat setempat, khususnya di kampung Teksas. 

Sekian cerita pendek dari kami, perwakilan pemuda Dari Desa Pak Laheng.